Berita

Pembukaan dan Pembekalan Praktikum PPI Digelar di Desa Wisata Senggigi

Program Studi Pemikiran Politik Islam melaksanakan kegiatan pembukaan dan pembekalan praktikum pada Sabtu, 18 April 2026, di Desa Wisata Senggigi. Kegiatan ini menjadi penanda awal pelaksanaan praktikum bagi mahasiswa pada sejumlah mata kuliah yang dirancang untuk memperkuat keterhubungan antara pembelajaran di ruang kuliah dengan realitas sosial, politik, dan pemerintahan yang hidup di tengah masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, praktikum mencakup lima mata kuliah, yaitu Proses Legislasi untuk semester VI, Politik dan Pemerintahan Desa untuk semester VI, Budaya Politik untuk semester IV, Metodologi Penelitian Sosial untuk semester IV, serta Ilmu Pemerintahan untuk semester II. Kelima mata kuliah tersebut diarahkan untuk memberi pengalaman akademik yang lebih konkret, agar mahasiswa tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga mampu membaca dinamika sosial-politik secara langsung, terukur, dan reflektif.

Kegiatan pembukaan berlangsung dalam suasana akademik yang hangat dan serius. Mahasiswa memperoleh pembekalan awal mengenai orientasi praktikum, etika pelaksanaan kegiatan lapangan, kedisiplinan akademik, cara membangun komunikasi dengan masyarakat, serta pentingnya menjaga integritas selama proses observasi, pendataan, dan analisis. Pembekalan ini menjadi bagian penting agar praktikum tidak berjalan sebagai kegiatan seremonial, melainkan sebagai ruang belajar yang sungguh-sungguh mempertemukan pengetahuan, pengalaman, dan tanggung jawab intelektual.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama menegaskan bahwa praktikum memiliki posisi penting dalam proses pembentukan kapasitas akademik mahasiswa. Menurutnya, penguatan keilmuan di lingkungan perguruan tinggi memerlukan perjumpaan yang nyata antara teori dan konteks sosial. Mahasiswa perlu dibiasakan membaca kenyataan secara cermat, memahami struktur kehidupan masyarakat, dan mengembangkan cara berpikir yang kritis, analitis, serta bertanggung jawab. Dekan juga menekankan bahwa kegiatan praktikum merupakan bagian dari ikhtiar fakultas untuk menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman, tanpa melepaskan kedalaman disiplin keilmuan yang menjadi dasar pembentukan akademik mahasiswa.

Ketua Program Studi Pemikiran Politik Islam, Muh. Alwi Parhanudin, M.S.I., dalam komentarnya menyampaikan bahwa praktikum merupakan wahana penting untuk menumbuhkan kepekaan intelektual mahasiswa terhadap kehidupan politik dan sosial dalam bentuk yang konkret. Ia menjelaskan bahwa setiap mata kuliah yang dipraktikumkan memiliki titik tekan yang berbeda, tetapi seluruhnya bergerak dalam satu tujuan akademik, yaitu melatih mahasiswa agar mampu melihat persoalan secara konseptual sekaligus empiris. Melalui praktikum, mahasiswa diharapkan belajar memahami bagaimana proses legislasi dipikirkan dan dijalankan, bagaimana pemerintahan desa bekerja dalam kenyataan, bagaimana budaya politik tumbuh dalam masyarakat, bagaimana penelitian sosial dilakukan secara metodologis, dan bagaimana dasar-dasar ilmu pemerintahan dikenali sejak tahap awal pembelajaran.

Ia juga menambahkan bahwa Desa Wisata Senggigi dipilih sebagai lokasi kegiatan karena menyediakan ruang belajar yang kaya untuk pengamatan sosial dan pemerintahan. Lingkungan semacam ini memberi kemungkinan bagi mahasiswa untuk melihat relasi antara masyarakat, tata kelola lokal, dinamika kepentingan, serta pola interaksi sosial yang menjadi bagian penting dalam studi Pemikiran Politik Islam. Dengan demikian, praktikum tidak berhenti pada pengumpulan data, tetapi berkembang menjadi latihan membaca kenyataan dengan kerangka akademik yang lebih matang.

Melalui kegiatan pembukaan dan pembekalan ini, Program Studi Pemikiran Politik Islam menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan proses pembelajaran yang berakar pada penguatan teori sekaligus ketajaman pengalaman lapangan. Praktikum dipandang sebagai bagian penting dari pembentukan mahasiswa yang siap berpikir serius, bekerja metodis, dan memahami realitas sosial-politik secara lebih utuh.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button